Senin, 10 Maret 2008

Menikmati Hidup



Hidup ini bukan untuk makan tetapi kita makan untuk hidup. Di saat malas datang pun kita tetap harus makan. Tidak ada orang yang puasa 24 jam non-stop. Mereka tetap harus makan pada akhirnya. Untuk orang seperti saya, yang selalu ingin makan enak, rasanya ingin membuang jauh-jauh rasa malas itu. Saya harus masak.... bukan karena hanya saya yang lapar tapi ada anak- anak dan suami yang juga harus makan. Jikalau ada restoran halal yang murah meriah, enak, serta terjamin higinisnya, pasti saya dengan senang hati meninggalkan dapur ini. Tapi sayang, itu tidak mungkin ada. Di Jepang yang serba mahal tetap mengharuskan saya untuk masak setiap hari meski itu hanya masakan sederhana seperti ini :-)





Ini masakan mewah untuk saya tapi sederhana sekali bumbunya dan cepat masaknya. Ikannya hanya dengan bumbu bawang putih, jahe, dan sedikit kunyit bubuk plus garam ditambah dengan 2 sendok makan santan kental. Masaknya pun hanya ditumis. Sambalnya sambal dabu-dabu yang tinggal iris saja. Sayurnya hanya diberi cincangan bawang putih dan garam.
Dalam sekejap dengan tubuh yang masih disertai rasa malas saya dan keluarga masih bisa menikmati hidup dengan masakan ala saya ini. Disebut menikmati karena ternyata kami makan banyak sekali, benar-benar sangat menikmati :-)






1 komentar:

yeni murty mengatakan...

uhhh,itu menu meni menggoda,mau dong diajak makan bareng,hehhehe..